Monday, February 1, 2010

Ear Candle

Ear candle therapy (ECT), terutama bertujuan untuk membersihkan telinga dan berusaha menciptakan pendengaran yang sehat, melegakan sinus dan tenggorokan. Terapi ini dapat mengatasi sinusitis, radang selaput lender, migren, beberapa macam gangguan pendengaran, kehilangan keseimbangan, tinnusitis (telinga berdengung), vertigo dan sindrom Meniere.

Berdasarkan literatur, ETC ditemukan oleh suku Indian di Amerika. Mereka memiliki ritual membersihkan telinga, dengan menggunakan alat berongga, yang digunakan relatif sederhana, kini alat tersebut kian disempurnakan.

Menurut Dra. Susana Budiman terapis ear candle kebanyakan klien yang datang ke kliniknya mengeluhkan tentang pendengaran yang buruk, seperti pemuda di atas yang mengalami gangguan pendengaran, yang telah dialami sejak kelas 1 SMA. "Tapi selain itu banyak juga yang mengeluh vertigo, telinga berdengung, atau migren. Kadang malah tidak sengaja, datang ke sini mau membersihkan telinga, vertigonya malah ikutan sembuh," katanya. Hingga saat ini sudah tercatat 2.000 lebih klien datang ke klinik yang belum genap dua tahun berdiri ini.

Apa saja yang dibutuhkan?
Menurut Susana alat-alat yang dibutuhkan untuk ECT antara lain; earwax (sebuah corong berdiameter kurang lebih 1,5 cm, yang terbuat daru sarang lebah, kain linen kualitas tinggi, chamomile, dan sage). Alat lain adalah tatakan lilin yang dilubangi, untuk mencegah serpihan corong yang dibakar masuk ke telinga. Dua alat ini merupakan piranti utama ECT. Alat lain yang dibutuhkan adalah alat untuk meneropong kondisi telinga, yang bermanfaat untuk melihat apakah di dalam telinga ada infeksi/radang, bisul atau jamur.

Bagaimana terapi bekerja?
Ada dua peristiwa fisika yang terlibat pada ECT:

Pembakaran secara perlahan-lahan menurunkan tekanan udara di dalam earcandle dan getaran yang menyalurkan udara hangat memberi sensasi hingga ke dalam telinga. Sensasi hangat ini masuk hingga ke dalam lubang telinga.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Di dalam telinga, kehangatan menstimulasi pembuluh darah, membangkitkan sistem imun dan memperkuat jaringan limfa. Dan pada saat bersamaan, titik-titik akupuntur secara refleks terstimulasi.
Akibat perbedaan tekanan ini, kotoran telinga akan terangkat ke atas, membentuk alur yang memanjang. Berbagai macam unsur bisa turut terangkat bersama kotoran, misalnya saja jamur (berwarna keputihan).

Dalam prakteknya, berbagai masalah kesehatan yang bermuara pada bagian kepala khususnya organ pendengaran, bisa diatasi dengan ECT. Selain yang tersebut di atas, juga sakit kepala, otitis eternal, dan sinusitis. Bahkan pada banyak kasus, vertigo dapat dieliminasi berkat ECT.

Anak-anak hingga orangtua
Mereka yang mendatangai klinik Ear Candle Center sangat bervariasi usianya, mulai dari kanak-kanak, remaja hingga orang lanjut usia. Orangtua yang membawa anak mereka, paling banyak mengeluhkan tentang masalah pendengaran anak. Biasanya hal ini diketahui manakala si anak bermasalah dalam pelajaran di sekolah. Demikian juga pada orangtua yang datang karena mengeluh kurang pendengaran. "Keliru bila ada yang berpendapat bahwa berkurangnya pendengaran wajar terjadi pada mereka yang telah lanjut usia. Banyak mereka yang datang ke sini berusia di atas 70 tahun dan merasakan perbedaan sebelum dan sesudah terapi," kata Susana yang sehari bisa kedatangan 7-9 orang.

Karena begitu bervariasinya usia yang datang, Susana menyediakan earwax diameter kecil untuk anak, dan yang berdiameter lebih besar untuk dewasa. Sementara panjang earwax sama yakni sekitar 20 cm.

Menina bobokkan
Anak-anak yang lebih ekcil biasanya kurang kooperatif, namun percayalah bahwa setelah terapi berjalan, mereka seperti dinina-bobokkan, lalu tertidur dengan nyenyaknya. Menurut Susana ini terjadi karena sensasi hangat yang diberikan panas lilin, juga efek aromaterapi dari chamomile dan sage. Tentu saja bukan hanya anak kecil yang bisa tertidur, orang dewasa pun kerap terlelap saat terapi.

Lama terapi
Berapa banyak earwax yang digunakan tergantung kasus, jika hanya untuk membersihkan dibutuhkan dua earwax untuk masing-masing telinga atau kata lain satu organ butuh empat earwax. Namun untuk kasus agar berat, misalnya saja, kotoran membatu atau vertigo bisa dibutuhkan enam earwax.

Satu earwax membutuhkan waktu 15 menit pembakaran. Jadi jika Anda ingin membersihkan telinga, berarti Anda butuh waktu 60 menit (satu jam). Biaya yang ANda butuhkan untuk terapi ini adalah dihitung per-earwax. Satu earwax 60 ribu Rupiah, total biaya yang Anda keluhkan untuk satu kali terapi sama dengan 60 ribu Rupiah dikalikan empat, jadi sama dengan 240 ribu rupiah.

Susana biasanya menyarankan terapi ini dilakukan dua hingga tiga kali, atau tergantung kasusnya berat atau ringan.

Sumber: Majalah HealthToday

No comments:

Post a Comment