Sunday, January 31, 2010

Perkembangan Emas Info


Menurut prediksi Morgan Stanley, harga emas dalam tiga tahun ke depan akan terus mengalami kenaikan. Bahkan tidak mungkin harga si kuning kinclong ini bakal menembus rekor tertingginya. Penyebabnya adalah tingginya permintaan emas dan melemahnya nilai mata uang dolar AS seiring upaya pemerintah untuk mengatasi resesi global.
Dalam laporannya yang dirilis hari ini, Morgan Stanley bilang, harga logam mulia tersebut akan berada pada kisaran US$ 900 per troy ounce pada tahun ini. Harga itu naik 20% dari target prediksi semula yang dipatok sebesar US$ 750. Nah, pada 2010, harga emas bakal bertengger di level US$ 1.000, US$ 1.050 pada 2011 dan US$ 1.075 di 2012.
Prediksi Morgan Stanley ini mengikuti ramalan Standard Chartered Plc yang sebelumnya sudah menaikkan target harga emas akibat melemahnya dolar. Begitu yang dilansir harian kontan di sini.
Selain ada pendapat Morgan Stanley ada juga pendapat pakar emas lainnya :
"Vice President Valbury Asia Securities Nico Omer Jockheere, menegaskan, rencana kenaikan kapasitas produksi Kinross Gold Corp dan Harmony Gold Mining tidak akan menyebabkan penurunan harga emas. Ia melihat tren harga emas ke depan masih akan naik. "Rencana kenaikan produksi dari KInross ini justru merespon prediksi peningkatan permintaan emas ke depan," ungkapnya.

Ia menambahkan, sinyal positif mengenai pemulihan ekonomi dunia dan tren pelemahan mata uang dolar AS membuat investor akan terus berburu emas. "Permintaan emas masih akan tinggi karena beberapa negara seperti China berencana meningkatkan cadangan emasnya," ungkapnya.
Nico masih optimis, harga emas masih akan bisa menembus US$ 1,350 per troy ounce pada tahun depan. "Kalau ekonomi membaik, kemungkinan inflasi akan naik. Investor akan menjadikan emas untuk mengamankan investasinya," katanya." (
sumber harian Kontan)
Niko Omer Jockheere berpendapat walaupun kenaikan jumlah produksi emas, tak akan mampu menahan laju kenaikan emas.
Mari kita menabung emas untuk masa depan kita dan anak-anak kita.

No comments:

Post a Comment